

Disana hiduplah sepasang suami istri dengan kedua putri mereka. Mereka hidup bahagia sampai suatu hari ibu mereka tiada.
Sang ayah menikah lagi dan istri barunya tidak akur dengan kedua putrinya.
Sebagai ayah dan suami ia bingung. Ia begitu menyayangi kedua putri dan istri barunya.
Pada akhirnya ia memutuskan untuk mengirim kedua putrinya ke dalam sebuah perjalanan.
Saat sampai di bawah pohon besar, mereka beristirahat disana. Sang ayah berkata, "Putriku tunggu disini sampai ayah kembali."
Sementara di semak-semak sang ayah memotong kukunya. Ia berucap ke kuku yang telah dipotongnya, " Kuku, aku meninggalkan kedua putriku. Saat mereka memanggilku, jawab mereka untukku."
Kedua gadis itu menunggu di bawah pohon tapi ayah mereka tak kunjung kembali.
Mereka menggail, "Ayah! Ayah dimana?" Sebuah suara terdengar, "Aku datang!" Itu adalah kuku ayahnya.
Mereka mencari asal suara tersebut, tapi tak menemukan ayahnya. Akhirnya mereka sadar sang ayah tak akan kembali.
Kedua gadis itu kembali dan berdoa, "Tuhan, tolong dengarkan kami."
Pohon itu terbelah dan berubah jadi rumah yang bagus.
Mereka berdoa lagi, "Tuhan, tolong beri kami makanan." Berbagai buah jatuh dari langit menjawab permintaan mereka.
Daripada memikirkan ayah mereka, kedua gadis itu memilih untuk hidup sebaik mungkin.
Mereka tinggal disana dan makan buah-buahan yang jatuh dari langit. Tapi setelah beberapa saat mereka ingin daging.
Kedua gadis itu tahu Hyena tinggal di dekat rumah dan menyimpan banyak daging untuk dimakan setiap hari.
Akhirnya mereka pergi untuk mencuri daging dari kawanan Hyena. Sang kakak tertualah yang pergi ke tempat Hyena sendirian.
Hyena sedang duduk di depan api unggun tapi si gadis tidak melihatnya. Sang Hyena pun menangkap dan mengikatnya.
Lalu Hyena memasaknya untuk makan malam. Dia merebusnya di panci dan menyalakan api, dan pergi keluar.
Setelah beberapa saat, si adik mulai penasaran kenapa kakaknya tak kunjung kembali.
Jadi ia pergi ke rumah Hyena dan melihat kakaknya di dalam panci.
Ia memohon, " Tuhan tolong biarkan kakakku tetap hidup."
Seketika panci tersebut terbelah dan kakaknya keluar dengan selamat.
Si gadis segera kabur sebelum Hyena kembali. Sesampainya di rumah mereka menemukan banyak harta disana.
Bertahun-tahun telah berlalu dan kedua gadis itu tumbuh dewasa.
Suatu hari seorang pria tua dengan pakaian kotor mengetuk pintu rumah kedua kakak beradik dan meminta tolong.
Saat kakak tertua melihatnya, ia ingat dengan ayah mereka. Ia meminta pria itu untuk menyebut namanya dan darimana asalnya.
Begitu menyelesaikan ceritanya, ia tahu bahwa pria tua itu adalah ayah mereka. Mereka pun menceritakan kisah mereka juga.
Pria itu menangis dengan penuh kegembiraan dan terkejut, "Bisakah kalian memaafkan ayah?" tanyanya. Kedua kakak beradik itu menyambut ayah mereka dan mengundangnya untuk tinggal. Akhirnya mereka memaafkan sang ayah.

